Sistem Pendidikan

SISTEM PENDIDIKAN


Sebagai lembaga pendidikan kader pemimpin yang mengutamakan pembentukan mental karakter anak didiknya, Gontor menerapkan sistem pendidikan yang integral, komprehensif dan mandiri. Sarana utama dalam pendidikan Al Iman adalah keteladanan, pembelajaran, penugasan dengan berbagai macam kegiatan, pembiasaan dan pelatihan, sehingga terciptalah miliu yang kondusif, Karena seluruh santri tinggal di dalam asrama dengan disiplin yang tinggi. Setiap kegiatan dikawal dengan rapat, disertai pengarahan, bimbingan dan evaluasi, serta diisi dengan pemahaman terhadap manfaat, sasaran dan latar belakang filosofinya. Dengan demikian seluruh dinamika aktivitas tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil optimal.


Secara umum, sistem pendidikan di Pondok Pesantren Al Iman Putra sebagia berikut:


    a. Integratif

Integratif maksudnya keterpaduan antara intra, ekstra maupun kokurikuler dalam satu kesatuan. Sehingga mampu secara konsisten memadukan tri pusat pendidikan –pendidikan keluarga, sekolah dan masyarakat- dalam satu program. Memadukan antara keunggulan sistem pendidikan pesantren dan system pengajaran madrasah dalam satu paket. Mengintegrasikan antara iman, ilmu dan amal, antara teori dan praktik dalam satu kesatuan.


    b. Komprehensif

Maksud dari komprehensif adalah bersifat menyeluruh dan komplit, mengasah semua potensi kemanusiaan (intelektualitas, spiritualitas, mentalitas serta fisik) menuju kesempurnaan. Kurikulum pengajaran menekankan pada keseimbangan antara ilmu agama dan umum, mencakup semua ilmu yang bersifat metodologis maupun yang bersifat material, dan tidak mengenal system dikotomi ilmu pengetahuan.


    c. Mandiri

Maksudnya, sebagai lembaga pendidikan, pondok pesantren bersifat mandiri, demikian pula dalam organisasi, pendaan, system, kuirkulum, hingga manusia-manusianya semuanya mandiri. Seluruh santri dan guru dilatih untuk mengatur tata kehidupan pondok secara menyeluruh “self-government” tanpa melibatkan orang lain. Hal ini juga menjadi sarana pendidikan yang efektif bagi santri dan guru.

Para santri Aliman Putra Ponorogo

FORMAT PENDIDIKAN

  1. Berbentuk Pondok Pesantren dengan santri berasrama satuan terpisah putra dan putri

  2. Jenjang pendidikan KMI (Kulliyatul Mua’limin Al-Islamiyyah) setingkat SMP/SMA atau MTs/MA terpadu dan integral dengan spesifikasi ilmu keguruan dan dakwah.

  3. Kurikulum disusun dengan landasan filosofis dengan memadukan kurikilum Pondok Modern Gontor, Kurikulum Nasional ditambah sebagian kurikulum pondok salaf.

  4. Masa belajar bagi lulusan SD 6 tahun, sedangkan SMP/MTs ke atas 4 tahun.

  5. Kegiatan Intrakurikuler secara klasikal, kokurikuler dan ektrakurikuler secara individu dan kelompok dengan rincian :

KEGIATAN PENDIDIKAN


Intrakurikuler


a. Klassikal pagi dengan kurikulum KMI dan KTSP


b. Tambahan pelajaran Umum sore DIKNAS ( 3 hari )


Kokurikuler


a. Muhadloroh (latihan pidato/dakwah)


b. Tahfidzu-l-Quran


c. Tahlil


d. Imamah


e. Khitabah


f. Kajian kitab kuning


g. Diskusi


h. Seminar


i. Diklat Computer


j. Life Skill


k. Manajemen kepemimpinan


l. Program-program pembekalan khusus kelas akhir.


Ekstrakurikuler


a. Pramuka


b. Drum band dan Marching band


c. Seni hadhrah


d. Teater


e. Musik


f. Letter & Kaligrafi


g. Peternakan


h. Kursus bahasa Arab dan Inggris


Kegiatan Khusus Santri Akhir Kelas VI (KMI) , diantaranya :


a. Ta'hilud Durus ( Pendalaman materi pelajaran )


b. Amaliyatu-t-tadris ( Teaching Practice )


c. Hafalan Al Qur'an ± 2 juz


d. Imamah, Bahtsul Masail dan Da'wah


e. Ujian Kutubut Turats


f. Fathul Kutub


g. Rihlah lqtishodiyah dan studi banding


h. Workshop, seminar, Diskusi